Kamis, 08 Maret 2012

Dollar Gains on Euro; Yen Bounces Back

    by Deborah Levine
    and William L. Wats
         NEW YORK--The dollar rose Monday, pushing the euro down from a three-month high, after the Group of 20 nations refused to boost funding for the International. Monetary Fund until the euro zone boosts the size of its own firewall. In late-morning trading, the euro changed hands at $1.3411, down from $1.3449 late Friday. The common currency touched a three-month high versus the dollar last week. Mean while, the dollar dropped versus the yen after having risen above ¥81.60--near a nine-month high. The dollar traded at ¥80.55 compared with ¥106.94. The pound traded at $1.5842 from $1.5878, and the dollar bought 0.8987 Swiss franc from 0.8961 franc. The ICE dollar index, which tracks the greenback against six other currencies, rose to 78.54 from 78.341 late Friday. G-20 finance ministers, meeting over the weekend in Mexico City, said in communiqué that they supported adding funds, via the IMF, to shore up the euro zone’s finances. But Europe first must contribute more money, they said. The meeting “made one thing very clear: There is undoubted skepticism on the part of the international backers regarding the handling of the crisis in Europe,” said currency analysts at Commerzbank. “Many parties in particular stressed the necessity of an efficient mechanism for containing the crisis. It will be difficult for Europe to avoid these demands long term.”
Credit Agricole analysts cited the $1.3550 level as key resistance for the euro. They added that “the currency could still stumble over coming days,” hinging on the outcome of a second round of liquidity operations from the European Central Bank that has aimed at helping the region’s lenders. The central bank is conducting its second three-year long-term refinancing operation, or LTRO, this week. Markets are expecting euro-area banks to draw around €450 billion ($605.21 billion) in fresh three-year financing, slightly less than the €489 billion borrowed at the first LTRO in December, said currency strategists at Forex.com.
“Should banks take up less than 400 billion Euros, we think European government bond markets may be disappointed and we could see yields start to move higher again, which might take some of the wind out of the euro’s sails,” they wrote in a note. The dollar and euro had rallied sharply against the yen in late Friday trading and early Asian hours, hitting highs of ¥81.66 and ¥109.95, respectively. However, both currency pairs then peaked, triggering an unwinding of bets against the Japanese currency.
“Recent yen weakness was justifiable due to the Bank of Japans’s strong declaration of war on deflation, and the rally in energy prices due to Japan’s total dependence on energy imports,” said John Hardy, head of foreign-exchange strategy at Saxo Bank.
“However, then yen’s weakness [was] seen getting ahead of itself from other angles such as interest rates and risk appetite caution ahead of Wednesday’s [ECB] long-term refinancing operation.” He said. Some traders said the yen move also triggered selling of the euro against the dollar and sterling, with the euro slipping below $1.34 after gaining around three cents the week before.   
-Alexandra Fletcher contributed to this article.


Sources : The Wall Street Journal Newaspaper .
                  Tuesday, February 28, 2012


Sabtu, 17 Desember 2011

Manusia dan Harapan

             Manusia dan harapan adalah satu hal yang berdampingan dalam hidup. Karena jika manusia yang hidup tetapi tanpa harapan, berarti manusia itu sama saja mati. Harapan itu salah satu hal yang membuat kita semangat untuk melakukan sesuatu. Contohnya, jika kita sedang ujian pasti kita selalu mengharapkan nilai yang bagus untuk hasil tersebut, namun jika hanya berharap saja, itu adalah hal yang tidak mungkin. Dari harapan itulah timbul niat kita untuk belajar agar bisa mendapatkan nilai yang sempurna. 
              Harapan juga harus disertai dengan berserah diri kepada Tuhan, bagaimana pun juga manusia hanya pembuat rencana, tetapi Tuhan yang mengizinkinkan bisa atau tidaknya harapan kita terwujud. 

Manusia dan Tangung Jawab

            Tanggung jawab adalah suatu kewajiban atau keharusan kita melakukan sesuatu. Umumnya tanggung jawab diartikan sebagai keharusan untuk menanggung dan menjawab, maksudnya adalah suatu keharusan untuk menanggung akibat yang ditimbulkan oleh perbuatan seseorang dalam menjawab suatu persoalan. Tanggung jawab itu sangat diperlukan untuk membangun bangsa yang lebih baik. Bayangkan jika seorang pemimpin dalam suatu organisasi tidak bertanggung jawab terhadap tugasnya sendiri dan dicontoh dengan bawahannya, pasti organisasi tersebut tidak akan sukses dan maju. Begitu halnya seorang pelajar, jika tidak bertanggung jawab dengan tugasnya yaitu belajar, pasti seorang pelajar itu akan susah pada akhirnya.
                 Tanggung jawab tidak hanya pada pelajar, tetapi pada semua orang terdapat tanggung jawab masing-masing. Contohnya Orang tua, seorang ayah harus bertanggung jawab atas keluarga untuk menafkahi keluarga dan seorang ibu bertanggung jawab atas urus-mengurus anak dan rumah. Dalam agama pun kita mempunyai tanggung jawab, seperti halnya seorang muslim mempunyai kewajiban untuk sholat, berzakat dan sebagainya.
                    

Kamis, 17 November 2011

Manusia dan Kegelisahan

        Kegelisahan itu rasa tidak enak, tidak tenang dan bimbang yang kita rasakan dalam hati. Kegelisahan bisa dilihat dari gerak-gerik kita sehari-hari, seperti berjalan mondar-mandir ditempat yang sama, sering menghela nafas, menundukkan kepala atau terkadang sering kita lihat orang yang hatinya sedang gelisah pasti tidak fokus dengan suatu pembicaraan dan lain sebagainya. Kegelisahan disamakan dengan kecemasan. Kegelisahan bisa hadir saat seseorang takut akan kehilangan hak-haknya, contohnya saat ada bahaya yang bisa merenggut nyawa, dengan sendirinya otak kita menyuruh kita untuk melakukan sesuatu untuk menyelamatkan nyawa, apalagi untuk diri sendiri.
                 Kadang kecemasan atau kegelisahan bisa membuat susah diri kita sendiri. Saat hati tidak tenang, untuk melakukan suatu pekerjaan pasti akan terganggu  karena kegelisahan tersebut. Untuk mengatasi kegelisahan tersebut sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kegelisahan atau kecemasan kita, seperti mengatur nafas, bermeditasi dan sebagainya. Dan yang terpenting kita selalu ingat kepada Tuhan, karena satu-satunya pemberi ketenangan pada hidup hanya Tuhan.

Manusia dan Pandangan Hidup

            Kita hidup, tidak hanya sembarangan hidup. Harus mempunyai tujuan dan pandangan hidup. Sebuah buku yang pernah saya baca menerangkan, bahwa ciri-ciri seorang yang sukses adalah dia yang berpikir kedepan dan mempunyai pandangan hidup atau tujuan. Pandangan hidup yang bisa saya artikan seperti sebuah cita-cita, lebih rincinya adalah sebuah pedoman atau pegangan untuk menuju satu titik yang disebut kesuksesan. Tanpa adanya tujuan hidup, pasti hidup kita akan terasa membosankan karena tidak adanya tantangan. Karena setiap cita-cita atau tujuan yang sangat kita inginkan itu pasti akan memberikan cobaan, rintangan dan hambatan. Cobaan-cobaan tersebut besar kecilnya tergantung bagaimana kita ingin mencapainya cita-cita yang kita inginkan itu. Semakin kita menginginkannya, semakin berat pula rintangan yang akan kita hadapi. 
         Ada sebuah film yang intinya itu mengajarkan bahwa "semakin kita menginginkan sesuatu, semakin banyak rintangan yang akan kita hadapi, tapi jangan takut, jika kita menginginkan sesuatu itu sampai ke tulang-tulang kita, niscaya kita akan mendapatkannya karena semesta pun akan mendukung kita".
sesuatu yang kita inginkan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh usaha, kerja keras dan do'a. Keyakinan pun juga penting dalam mencapainya, karena orang yang optimislah yang menang, dengan sikap optimis kita akan semangat untuk mencapainya. Pandangan hidup sangat dibutuhkan manusia, apalagi di kalangan mahasiswa untuk mendapatkan kesejahteraan kelak.

Jumat, 11 November 2011

Manusia dan Keadilan

      Keadilan adalah kelayakan dalam tindakan seseorang, sebenarnya ada beberapa pendapat tentang keadilan seperti menurut Plato, keadilan itu adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaanya dikendalikan oleh akal itu baru yang dikatakan adil oleh Plato. Tetapi keadilan menurut saya sendiri adalah sikap yang tidak membedakan satu sama lainnya, mau itu yang miskin dan kaya, si pintar dan si bodoh, si cantik dan si buruk rupa. pada intinya, kita di ciptakan sama hanya iman dan ketakwaanlah  yang membedakannya.
       Saat kita di rahim ibu, sebenarnya kita sudah mendapatkan keadilan yang sempurna, hanya saja saat kita menghirup udara dunia dan menjadi dewasa, banyak yang berpikir dan banyak yang bersikap seenaknya. Sehingga keadilan pun tidak terasa pada kita. di Indonesia pun banyak sekali perlakuan tidak adil, contoh kecil yang bisa kita lihat adalah suatu hari ada seseorang disebuah desa terpencil yang miskin menderita suatu penyakit yang memerlukan pertolongan medis pada hari itu juga. Saat sesorang itu di bawa ke sebuah rumah sakit, ternyata yang seharusnya dengan cepat dia mendapatkan pertolongan medis, pihak rumah sakit itu menolak karena kurangnya biaya pada si penderita penyakit tersebut. Padahal jika dilihat dari segi keadilan, seharusnya orang miskin pun berhak mendapatkan pengobatan.
      Sikap keadilan sangat dibutuhkan seorang pemimpin, baik pemimpin negara, pemimpin dalam suatu organisasi maupun pemimpin dalam keluarga. Karena jika tidak adanya sikap keadilan dalam pemimpin, dalam organisasi, dalam masyarakat atau dalam keluarga itu bisa hancur, atau biasa kita sebut "DEMO". Karena dari itulah, kita harus belajar dan memulai untuk bersikap adil kepada semua makhluk karena sebenarnya kita ini sama. 

Manusia dan Penderitaan

          Penderitaan adalah perasaan sedih, tidak suka, meyakitkan yang dari lahir dan batin, maupun dari luar lahir dan batin. Penderitaan pun juga ada tingkatannya, tergantung dengan manusia itu sendiri yang menyikapinya. Penderitaan pun bisa menjadi sebuah penggaris dalam hidup kita, maksud penggaris disini adalah kita bisa mengukur dan penderitaan itu  juga bisa membuat orang yang merasakan penderitaan itu bangkit ataupun sebaliknya. Dalam hidup, penderitaan sudah ada di garis tangan kita. itu sudah menjadi risiko hidup. Tuhan memang meciptakan kesenangan, tetapi disamping itu, Tuhan pun menciptakan kesedihan untuk menyeimbangkan hidup kita.

        Sebelum kita dilahirkan, kita sudah di beri garis takdir, hidup, mati, rezeki, jodoh dan sebagainya termasuk penderitaan dan kesenangan yang akan kita hadapi. Semua itu bisa kita sikapi dengan positif dengan cara bersyukur dengan apa yang ada. Sekalipun kita menghadapi penderitaan, kita pasti bisa menghadapinya dengan ikhlas.